Single post

CASE ANALYSIS#: 2. GAS OR GROUSE (LEARN FROM PINADALE GAS PROJECT)

LEARN FROM  FROM PINADALE GAS PROJECT

By Musfir
Kasus “Gas or Grouse” merupakan contoh kasus benturan kepentingan antara kepentingan ekonomi/finansial dan kepentingan menyelematkan lingkungan dari ancaman.
Keuntungan ekonomi / finansial
 Keuntungan finansial bagi Questar sebagai perusahaan yang mengeksplorasi
 Meningkatkan penyerapan tenaga kerja
 Mengurangi ketergantungan gas Amerika terhadap negara lain
 Meningkatkan pendapatan Negara melalui pajak dan royalty
 Meningkatkan ekonomi masyarakat
Ancaman kelestarian lingkungan
 Hilangnya tempat berlindung beberapa satwa khususnya pada musim dingin seperti mule deer,elk, moose dan antilope sehingga berpotensi untuk mati
 Burung grouse terancam punah karena populasinya sudah terbatas
 Kebisingan dari mesin mesin dan mobil alat angkut yang juga berpotensi untuk mengurangi populasi satwa
Dari sudut pandang Utilitarianisme, bahwa keputusan bisnis yang bertanggung jawab secara etis harus dijalankan dengan memilih dampak yang paling baik kepada pemangku kepentingan. Pada saat sebuah keputusan ternyata berdampak buruk terhadap pemangku kepentingan, maka keputusan tersebut tidak layak untuk dieksekusi. Dalam hal ini, prinsip menolak mudhorat/dampak negatif lebih diutamakan dari pada mengambil manfaat. Bahkan, keputusan yang berdampak baik pun harus bisa dikesampingkan kalau ternyata ada keputusan yang dampak baiknya lebih besar. Tradisi ini menekankan pentingnya “moral imagination” di mana pengambil keputusan harus mempertimbangkan secara konprehensip dalam memilih alternative keputusan untuk mendapatkan keputusan yang menimbulkan dampak yang paling baik.
Pengeboran gas yang dilakukan oleh Questar Company tentu saja adalah hal yang bisa berdampak baik bagi masyarakat. Karena gas sebagai salah satu sumber energi akan menjadi penggerak roda ekonomi. Proyek pengeboran ini juga menyerap banyak tenaga kerja sehingga berpotensi menaikkan taraf kesejahteraan masyarakat yang terlibat di dalamnya. Disamping itu, gas yang dihasilkan dari Pinadale memilikistruktur yang sederhana yaitu CH4 sehingga lebih “hijau” dibanding energi berbasis minyak dan batubara yang dalam pemakaiannya banyak menghasilkan gas CO2, sehingga penggunaan bahan bakar gas bisa mengurangi emisi CO2 yang pada akhirnya mengurangi degradasi lingkungan akibat polusi udara akibat paparan CO2.
Akan tetapi dampak positif dari explorasi ini yang menjadi penggerak roda ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan mengurangi emisi CO2 tidak serta merta menjadikan kegiatan ini menjadi etis. Karena dampak lain yang berpotensi merugikan harus dipertimbangkan. Kegiatan ekplorasi tersebut menyebabkan terganggunya ekosistem dalam wilayah yang digarap . Gangguan tersebut berupa hilangnya wilayah tempat mencari makan, susana yang bising dari suara mesin dan suara lalintas mobil proyek yang hilir mudik yang membuat beberapa satwa merasa tidak nyaman dan memilih untuk pergi. Bahkan burung Grouse ,menurut analisis pakar biologi, terancam punah di tahun 2050 jika tidak segera dilindungi.
Maka pertanyaan yang sangat relevan jika dikaitkan dengan tradisi utilitarianisme adalah, manakah yang dianggap berdapak lebih bagus, mendapat gas yang bermanfaat bagi orang banyak, atau memertahankan kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan kegiatan yang menggangu ekosistem ? Adakah alternatif yang lain dalam memperoleh gas tanpa harus mengorbankan lingkungan ? Mengingat turunnya kualitas lingkungan dan rusaknya ekosistem yang ada didalamnya pada akhirnya akan berdampak buruk pada kehidupan manusia, yang tentunya menurut logika utilitarianis kegiatan tersebut tidak bertanggung jawab secara etis jika tidak diikuti dengan upaya perlindungan lingkungan. Dan dengan tradisi dentologis upaya untuk melindungi satwa adalah hal yang seharusnya dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkannya. Karena seperti manusia, satwa juga berhak menikmati lingkungan yang nyaman bagi kehidupannya.
Upaya alternative untuk menghidari benturan dengan lingkungan sebenarnya sudah dilakukan oleh pihak Questar Company. Untuk melindungi satwa yang ada di kawasan tersebut, Bereau of Land Management (BLM) merilis persyaratan pengeboran yang terdiri dari batasan dan larangan yang terkait dengan aktivitas pengeboran. Tujuannya adalah untuk melindungi satwa yang hidup di wilayah tersebut, terutama burung Grouse. BLM mensyaratkan Questar membangun lokasi jalan, sumur, dan infrastuktur penambangan lainnya harus berada minimal seperempat mil dari tempat pembiakan dan 2 mil dari sarangnya
BLM juga mengintruksikan Questar untuk menghentikan pengeboran selama musim dingin untuk memberikan kenyamanan bagi satwa yang akan bermigrasi. Tapi hal ini memberatkan pihak Questar karena berdampak pada beban finansial dan turunnya produktivitas. Sebagai penggantinya pihak Quaetar mengajukan usulan untuk melakukan pengeboran dengan metode rig baru dengan cara directioanal drilling, menggantikan metode tradisional yang selama ini dipakai. Teknologi ini dapat mengurangi lahan yang diexploitasi di Pinadale. Selain itu, teknik ini dapat mengurangi jumlah pipa dan jalan. Upaya lainnya adalah Questar lewat inovasi teknologi membuang limbah melalui pipa sehingga dapat mengurangi penggunaan truk yang menimbulkan kebisingan.
Upaya-upaya tersebut di atas menunjukkan bahwa pihak Questar telah  melakukan “moral imagination” dengan memilih alternative-alternative yang berdampak lebih positif, setidak tidaknya mengurangi dampak negative sehingga dapat dikatakan relative lebih etis dibandingkan dengan sebelumnya.
Namun demikian, jika ditinjau dari segi konsep pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development), praktek yang dilakukan oleh Questar tidak sejalan dengan sustainable business practice, di mana kaidah ini mengitegrasikan tujuan ekonomi/finansial , lingkungan dan etis yang ketiganya sering disebut tiga pilar keberlanjutan ( three pillars of sustainability ). Konsep ini menekankan bahwa pencapaian tujuan pertumbuhan ekonomi jangka pendek tidak boleh mengorbankan keberlanjutana ekonomi dan lingkungan dalam jangka panjang.Pendekatan ini juga sering disebut sebagai Triple Bottom Line di mana bisnis berkelanjutan melihat tanggung jawab lingkungan sebagai sebuah bagian fundamental dari praktik bisnis. Kegiatan eksplorasi Questar ini berpotensi merusak lingkungan dan membuat satwa tertentu menjadi punah. Kepunahan satwa tertentu akan berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem yang dalam jangka panjang akan berdampak buruk pada manusia.Hal ini tentunya tidak selaras dengan prinsip sustainable development.

LEAVE A COMMENT

theme by teslathemes